oleh :

Arum Sabtorini D0310012 

Hanifah Kristiyanti D0310026

Rizky Rachmawati D0310058

  1. JUDUL

Kedokteran timur sebagai solusi pengobatan pilihan Masyarakat

  1. LATAR BELAKANG MASALAH

Pengobatan modern telah berkembang dalam hal metode dan tekniknya. Akan tetapi kemodernisasi pulalah yang telah mengubah gaya hidup, pola makan yang serba instan, yang berakibat timbullah berbagai permasalahan mengenai penyakit. Bersamaan dengan itu, berbagai kendala sering muncul dari pengobatan modern ini, seperti beban biaya yang lebih tinggi, menjadi alasan banyak orang beralih pada pengobatan alternatif. Apalagi bahan-bahan yang dipakai mudah didapat dilingkungan sekitar kita dan beberapa cara pun mudah dipraktikkan. Di indonesia sendiri kini pengobatan alternatif mulai banyak diminati, selain karena minim efek samping atau bahkan tidak memiliki efek samping, pengobatan alternatif pun cendrung lebih murah dibandingkan dengan harga/jasa pengobatan medis. Pengobatan alternatif yang sering digunakan kebanyakan masyarakat Indonesia adalah pengobatan elternati Islami/ Nabawi ( pengobatan Nabi).

Pengobatan Alternative tersebut tentunya masyarakat kususnya umat islam senantiasa tetap dalam batasan-batasan yang sesuai dengan syariat islam. Sebagaimana telah disampaikan oleh Ibnu Hajar dalam “ Fathal Bany “, secara umum Pengobatan dalam islam dikelompokan menjadi 2 bagian yaitu: Pengobatan hati (diistilah oleh Qardawi dengan pengobatan Ilahi / Supranatural), pengobatan medis yang dilakukan melalui upaya materi (madu, berbekam, dan menempelkan besi panas pada bagian yang sakit, obat-obat herbal lainnya, refleksiologi, akupresur, dll).

Semakin mahalnya biaya pengobatan medis di rumah sakit membuat masyarakat memilih jalur pengobatan alternatif. Praktek pengobatan ini marak dalam beberapa tahun terakhir dan sebagian tidak dilengkapi dengan surat izin praktek atau surat tanda daftar praktek. Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Agus Budi Raharja mengatakan jumlah pengobatan alternatif yang terdaftar di instansinya baru berkisar 44 tempat. Padahal, jumlah praktek pengobatan alternatif mencapai ratusan. Sebagian besar berupa praktek gurah dan pijat refleksi. Dia mengatakan, sampai sekarang Bantul belum memiliki peraturan daerah (perda) yang mengatur tentang praktek pengobatan alternatif. Untuk sementara acuan yang dipakai adalah Peraturan Menteri Kesehatan, meski sifatnya sangat umum. Salah satu bukti pengobatan alternatif lebih dinikmati masyarakat karena mahalnya pengobatan medis adalah seperti diungkapkan oleh Bambang (35), seorang penderita ambeien mengaku memilih pengobatan alternatif karena pertimbangan biaya dan faktor ketakutan akan operasi. Ketika memeriksakan diri ke rumah sakit dia divonis untuk operasi dengan biaya sekitar Rp 5 juta. Biaya tersebut baginya terlalu memberatkan. “Makanya saya pilih pengobatan alternatif. Selain lebih murah saya juga lebih nyaman. Saya termasuk orang yang takut dengan jarum dan alat-alat bedah. Begitu mendengar keputusan operasi saya langsung takut dan mencari penyelesaiannya lain yakni dengan pengobatan alternatif,” katanya. ( Kompas.com)

Dengan adanya bukti tersebut banyak masyarakat yang beralih ke pengobatan alternatif atau pengobatan Islami karena beberapa faktor yang diantaranya adalah mahalnya biaya rumah sakit, dan obat-obatan medis.

 

  1. PERUMUSAN MASALAH
    1. Apakah yang disebut dengan pengobatan alternatif ?
    2. Faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi pasien dalam memilih pengobatan alternatif?

 

  1. TEORI

Munculnya Teori Difusi Inovasi dimulai pada awal abad ke-20, tepatnya tahun 1903, ketika seorang sosiolog Perancis, Gabriel Tarde, memperkenalkan Kurva Difusi berbentuk S (S-shaped Diffusion Curve). Kurva ini pada dasarnya menggambarkan bagaimana suatu inovasi diadopsi seseorang atau sekolompok orang dilihat dari dimensi waktu. Pada kurva ini ada dua sumbu dimana sumbu yang satu menggambarkan tingkat adopsi dan sumbu yang lainnya menggambarkan dimensi waktu.

Teori Difusi Inovasi terus berkembang, yaitu pada tahun 1960, di mana studi atau penelitian difusi mulai dikaitkan dengan berbagai topik yang lebih kontemporer, seperti dengan bidang pemasaran, budaya, dan sebagainya. Di sinilah muncul tokoh-tokoh teori Difusi Inovasi seperti Everett M. Rogers dengan karya besarnya Diffusion of Innovation (1961); F. Floyd  Shoemaker yang bersama Rogers menulis Communication of Innovation: A Cross Cultural Approach (1971) sampai Lawrence A. Brown yang menulis Innovation Diffusion: A New Perpective (1981).

Implisit dalam proses perubahan perilaku adalah adanya suatu ide/gagasan baru, yang diperkenalkan kepada individu dan yang diharapkan untuk diterima/dipakai oleh individu tersebut. Ahli ilmu sosial Rogers menamakan teorinya sebagai teori  Innovation decision process  yang diartikan sebagai proses kejiwaan yang dialami oleh seorang individu, sejak menerima informasi/ pengetahuan tentang suatu hal yang baru,sampai pada saat dia menerima atau menolak ide baru itu. (Solita Sarwono,2004:58-59)

Pada awalnya, Rogers dan Shoemaker (1971) menyatakan bahwa proses adopsi inovasi melalui lima tahap, yaitu mengatahui/menyadari tentang adanya ide baru (awareness), menaruh perhatian terhadap ide itu (interest), memberika penilaian (evaluation), mencoba memakainya (trial) dan kalau menyukainya maka setuju untuk menerima ide/hal baru itu (adaption).

Dari pengalaman di lapangan serta penelitian mengenai penerapan teori ini ternyata Rogers dan Shoemaker menyimpulkan bahwa proses adopsi tidak berhenti setelah suatu inovasi ditolak/diterima. Oleh karena itu, Rogers dan Shoemaker (1978) mengubah teori ini dengan membagi proses pengambilan keputusan inovasi menjadi empat tahap utama :

  1. Tahap Munculnya Pengetahuan (Knowledge) ketika seorang individu diarahkan untuk memahami informasi dan pengetahuan berkaitan dengan suatu ide baru.
  2. Pengetahuan tersebut menimbulkan minat individu terhadap ide baru tersebut, dalam fase ini petugas kesehatan membujuk atau meningkatkan motivasinya guna bersedia menerima obyek/topik yang dianjurkan (Persuasive).
  3. Tahap Keputusan (Decisions) muncul ketika seorang individu atau unit pengambil keputusan lainnya terlibat dalam aktivitas yang mengarah pada pemilihan adopsi atau penolakan sebuah inovasi.
  4. Tahapan Penguatan (Confirmation), ketika seorang individu atau unit pengambil keputusan lainnya mencari penguatan dari lingkungannya  terhadap keputusan penerimaan atau penolakan inovasi yang sudah dibuat.

 

Proses Adopsi Inovasi

 

 

 

 

 

 

 

Dari pandangan teori Adopsi Inovasi dapat diaplikasikan dalam penelitian untuk mengetahui bahwa inovasi atau ide baru mengenai ilmu kedokteran timur telah banyak diterima oleh masyarakat sebagai solusi pengobatan.

 

  1. PEMBAHASAN

PengertianPengobatanAlternatif

Secara umum, saat ini terdapat dua jenis ilmu pengobatan yang  berkembang di masyarakat, yakni pengobatan medis konvensional dan pengobatan alternatif seperti herbal. Perubahan besar tampak dalam mentalitas masyarakat akhir-akhir ini ketika mereka berupaya dan terus untuk mencoba melakukan terapi alternatif. Pengobatan alternatif adalah Segala jenis pengobatan dengan menggunakan metode pengobatan non medis atau bisa juga diartikan sebagai jenis pengobatan yang berfungsi sebagai metode pengobatan pendukung pengobatan medis. Di indonesia sendiri kini pengobatan alternatif mulai banyak diminati, selain karena minim efek samping atau bahkan tidak memiliki efek samping, pengobatan alternatif pun cendrung lebih murah dibandingkan dengan harga/jasa pengobatan medis. Filosofi dari pengobatan alternatif biasanya menekankan promosi kesehatan, penyembuhan dan pencegahan melalui kesadaran diri atas pikiran dan tubuh, serta olahraga, gizi, dan bentuk lain dari perawatan diri.

Di Indonesia pengobatan alternatif yang dikenal masyarakat adalah pengobatan alternatif nabawi ( pengobatan Nabi). Pengobatan alternatif atau islami tersebut sepeti bekam atau penggunaan obat-obat herbal seperti minum, madu, berbekam, dan menempelkan besi panas pada bagian yang sakit. Macam-macam pengobatan alternatif yang sering digunakan dan juga termasuk pengobatan yang kami amati disalah satu klinik pengobatan alternatif adalah sebagai berikut:

  1. Akupresur ( Pijat)

Semenjak 3000 tahun sebelum masehi pijat sudah digunakan sebagai terapi dikawasan Timur Jauh, sehingga bisa dikatakan pijak merupakan salah satu pengobatan tertua yang digunakan oleh manusia. Pijat umumnya digunakan untuk menghasilkan relaksasi umum, sehingga ketegangan atau kekakuan apapun yang dialami dalam kehidupan sehari-hari yang penuh kegiatan bisa diredakan dan dihilangkan. (Giddens &Grosset, 2000:48-50)

Refleksiologi adalah teknik diagnosis dan pengobatan dimana bagian-bagian tubuh tertentu, khususnya kaki, dipijat untuk menghilangkan rasaa nyeri atau gejala-gejala lain pada organ-organ tubuh. Refleksiologi diperkirakan ditemukan sekitar 5000 tahun silam di Cina dan juga digunakan oleh orang-orang Mesir Kuno.Terapi zona adalah terapi pada zona-zona atau saluran-saluran yang dianggap sebagai jalur-jalur yang dialiri energi vital atau kekuatan energi. Dengan demikian bila rasa nyeri dialami oleh salah satu bagian tubuh rasa nyeri tersebut bisa diredakan dengan menekan-nekan bagian-bagian tertentu pada tubuh, dalam zona yang sama. ( Terapi Sehat dengan Pengobatan Alternatif, 2000:95)

  1. Alhijamah atau Bekam

Alhijamah atau bekam adalah pengobatan alternatif dengan cara pengambilan darah kotor pada bagian-bagian tubuh yang sakit sehingga dapat sembuh. Selain itu bekam juga bisa digunakan untuk mengeluarkan toxin atau racun dalam tubuh, juga untuk membakar lemak.

  1. Totok

Totok adalah pengobatan alternatif yang berguna untuk membuka titik syaraf yang vital untuk mengedarkan darah. Totok ini biasanya dilakukan disekitar wajah, telinga dan kepala.

  1. Rukhiyah

Rukhiyah adalah pengobatan hati yang bentuk-bentuk pengobatan ini berupa bacaan-bacaan dzikir atau doa yang pernah dilakukan oleh Rosulullah untuk dipraktekkan kepada sahabat dengan sepengetahuan beliau. Manfaat pengobatan yang pertama ini, sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Al Qayyim, bisa jadi berfungsi preventive.

Faktor Pengaruh Pilihan Pasien terhadap Pengobatan Alternatif

Dalam menentukan sebuah keputusan atau pilihan apa yang akan diambil oleh seorang pasien untuk menyembuhkan penyakit yang dideritanya, ada beberapa proses dalam peengambilan keputusan itu. Dalam hal ini, terutama pilihan pasien dalam menggunakan pengobatan alternatif, sesuai dnegan teori adopsi inovasi. Menurut Roger dan Shoemaker, proses pengambilan keputusan inovasi di bagi menjadi empat tahap utama :

  1. Tahap Munculnya Pengetahuan (Knowledge) : dalam tahap ini, pasien diarahkan untuk memahami informasi dan pengetahuan berkaitan dengan pengobatan alternatif.
  2. Dalam tahap kedua, minat  seorang pasien tersebut muncul, sehingga dalam fase ini seorang terapis membujuk dan menyakinkan untuk memilih pengobatan alternatif sebagai solusi pengobatan.
  3. Tahap Keputusan (Decisions), dalam tahap inilah pasien memutuskan untuk memilih pengobatan alternatif tersebut sebagai solusi pengobatan penyakit yang dideritanya.
  4. Tahapan Penguatan (Confirmation), ketika seorang pasien sudah menerima dan memutuskan untuk memilih inovasi pengobatan tersebut, maka pasien tersebut akan mencari penguatan dari lingkungannya untuk memastikan bahwa keputusan yang diambilnya adalah benar.

Tidak heran bila saat ini penggunaan pengobatan alternatif semakin banyak diminati masyarakat. Dari hasil penelitian yang kami lakukan, dapat kami buat kesimpulan dari faktor yang mempengaruhi masyarakat dalam memilih pengobatan alternatif. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat dalam memilih pengobatan alternatif yaitu faktor sosial, faktor ekonomi, faktor kejenuhan terhadap pengobatan modern dan faktor keberhasilan. Berikut penjelasannya :

  1. Faktor sosial

Seseorang sejak lahir, pastilah berada di dalam suatu kelompok (lingkungan), terutama lingkungan keluarga. Suatu kelompok dalam lingkungan ini akan membuka kemungkinan untuk dipengaruhi dan mempengaruhi anggota-anggota kelompok lain. Bukan hanya dalam lingkungan keluarga, dalam pergaulan sehari-hari, yaitu lingkungan masyarakat, sekolah dan sebagainya. Faktor sosial disebabkan pengaruh yang diperoleh dari orang lain diterima. Salah satu faktor yang mendasari adalah sugesti yaitu pemberian pengaruh oleh seseorang kepada orang lain dengan cara tertentu sehingga orang tersebut mengikuti pengaruh tersebut. Berdasarkan dari penelitian yang kami lakukan, pasien yang melakukan pengobatan alternatif sebagian besar mengetahui pengobatan ini dari keluarga, teman atau tetangga yang telah lebih dahulu melakukan pengobatan alternatif. Dikarenakan testimoni yang mengatakan bahwa dengan pengobatan alternatif penyakitnya bisa disembuhkan, maka responden percaya dan mencoba pengobatan alternatif yang ditunjuk.

 

  1. Faktor Ekonomi

Mahalnya obat-obatan modern dan tingginya biaya pengobatan kedokteran yang canggih menjadi alasan masyarakat mencari jenis pengobatan alternatif, karena pengobatan modern mengharuskan kemampuan ekonomi yang memadai. Kedokteran sangat tergantung dari teknologi yang mahal untuk memecahkan masalah kesehatan, meskipun terkadang hal tersebut tidak efektif. Kedokteran modern menjadi identik dengan high class yang hanya terjangkau oleh sekelompok kecil masyarakat. Hal ini mengakibatkan berkurangnya kepercayaan masyarakat terhadap dunia kedokteran. Seperti responden yang kami wawancarai, beliau mengatakan bahwa sebelum melakukan pengobatan alternatif, beliau telah terlebih dahulu melakukan pengobatan modern (dokter). Namun karena keterbatasan biaya, beliau beralih ke pengobatan alternatif yang lebih terjangkau dan efektif.

 

  1. Faktor Kejenuhan Terhadap Pengobatan Modern

Peralatan yang canggih tidak menjamin berapa lama pasien dapat terbebas dari rasa sakitnya. Proses pengobatan yang terlalu lama dari pengobatan modern menyebabkan si penderita bosan sebagai pasien dan oleh karena itu dia berusaha mencari alternatif pengobatan lain yang mempercepat proses penyembuhannya. Responden mengatakan bahwa beliau ingin cepat sembuh. Padahal dengan pengobatan modern beliau harus mengkonsumsi obat kimia dalam jumlah yang banyak dan waktu yang lama, sedangkan dengan pengobatan alternatif, dengan satu kali terapi beliau sudah merasakan perbedaannya.

  1. Faktor Keberhasilan

Faktor keberhasilan memang sangat berpengaruh kepada pilhan pasien dalam memilih pengobatan alternatif. Faktor ini juga didukung dari rasa kepercayaan pasien terhadap kesembuhan penyakitnya. Seseorang yang melakukan pengobatan alternatif mengatakan bahwa ia tidak cemas, tidak takut karena tidak melukai pasien secara fisik. Sedangkan pengobatan modern seringkali melakukan tindakan seperti operasi, bedah dan sebagainya yang tidak jarang menimbulkan rasa stress pada pasien. Responden mengatakan bahwa pengobatan modern terlalu banyak menggunakan obat kimia yang memiliki efek samping lebih besar dibanding dengan pengobatan alternatif yang menggunakan herbal (dari alam).

 

  1. KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan:

  1. Menurut informasi dari pemilik klinik alternatif, bahwa pengobatan alternatif merupakan sebutan orang-orang medis untuk pengobatan lain yang mungkin dapat mengobati penyakit yang sudah tidak dapat ditolong oleh pengobatan medis. Pengobatan alternatif merupakan pengobatan ala Timur yang mengkombinasikan Bekam, Akupuntur, Totok Wajah dan sebagainya dengan obat-obat herbal yang memiliki efek samping lebih ringan. Namun menurut informasi yang di dapatkan, tidak semua pengobatan alternatif menggunakan obat herbal, tergantung dari pengelolaan setiap klinik pengobatan alternatif. Jadi dapat dikatakan bahwa pengobatan alternatif adalah tehnik pengobatannya dan herbal adalah bahan-bahan obat yang digunakan.
  2. Dari hasil penelitian terhadap pasien yang menggunakan pengobatan alternatif, dapat disimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi seseorang untuk berobat ke pengobatan alternatif adalah faktor sosial, faktor ekonomi, faktor kejenuhan terhadap pengobatan modern dan faktor keberhasilan.

Saran :

Semakin banyaknya pengobatan alternatif disekitar kita membuat kita menjadi bingung dan mudah tertarik dengan berbagai macam janji kesembuhan akan penyakit kita. Untuk itu kami menyarankan agar untuk tetap selektif dalam memilih pengobatan alternatif. Paling tidak kita mengetahui bahwa pengobatan alternatif tersebut telah berhasil dalam menyembuhan suatu penyakit.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Giddens & Grosset.2000.Terapi SehatdenganPengobatanAlternatif. Bandung:PustakaHidayah

Muhazam Fauzi. 1995. Memperkenalkan Sosiologi Kesehatan. Jakarta : Universitas Indonesia Press

Sarwono, Solita,2004. SOSIOLOGI KESEHATAN beberapakonsepbesertaaplikasinya. Yogyakarta:GajahMada University Press

 

 

LAMPIRAN

Interview Guide :

  • Klinik Pengobatan Alternatif
  1. Apakah yang dimaksud dengan pengobatan alternatif?
  2. Dengan menggunakan metode apakah pengobatan di klinik ini?
  3. Adakah obat yang perlu diminum oleh pasien? Jika ada berupa obat kimia atau herbal?
  4. Apa sebenarnya yang membedakan klinik herbal dengan klinik alternatif?
  5. Bagaimana dengan jumlah pasien yang datang kemari? (bertambah atau berkurang setiap bulannya?)
  6. Bagaimana testimoni dari pasien terhadap pengobatan ini?(keluhan atau pujian)

 

  • Pasien Pelanggan Klinik Pengbatan Alternatif
  1. Mengapa Anda memilih berobat ke pengbatan alternatif?
  2. Apakah ada kemajuan dari keluhan penyakit yang Anda rasakan setelah berobat di pengobatan alternatif ini? Apakah hasilnya memuaskan?
  3. Pernahkah Anda berobat ke pengobatan medis? Bagaimana perbandingan atau perbedaannya?
  4. Dari manakah Anda mendapatkan informasi tentang pengobatan tersebut?