Organisasi adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama. Dari organisasi itulah maka akan terbentuk interaksi antar sesama untuk mewujudkan tujuan dari organisasi tersebut. Menurut Mitah Thoha, Organisasi adalah suatu unsur yang kompleks dan oleh karenanya adanya suatu kebutuhan pemahaman teori yang didukung oleh riset yang empiris sangat diperlukan sebelum diterapkan dalam mengelola manusia secara efektif.
Di daerah tempat tinggal saya, yaitu desa Tambas Rt 04/07 Kismoyoso Ngemplak Boyolali. Penduduk desa Tambas termasuk masyarakat madya yaitu dengan ciri sebagai berikut ikatan di dalam keluarga masih kuat, tetapi hubungan antara masyarakat setempat sudah mengendur, adat istiadat masih dihormati tetapi sudah mulai terbuka dengan pengaruh luar, pola pikir mereka sudah rasional dan akan percaya kepada hal-hal ghaib apabila mereka kehabisan akal untuk menanggulangi suatu masalah, dan kegiatan gotong royong masih ada walaupun hanya dikalangan tetangga dan kerabat dekat. Setiap RT di desa tersebut memiliki beberapa organisasi masyarakat, diantaranya PKK, Kumpulan Bapak-bapak yang dilaksanakan dua minggu sekali dan kumpulan pemuda (karang taruna) yang dilaksanakan sebulan sekali. organisasi karang taruna yang ada di Rt 04 Rw 07 bernama PSTG (Persatuan Sinoman Tegal Rejo).
struktur organisasi berfungsi sebagai alat dalam mencapai tujuan organisasi. Ada 3 fungsi dari struktur organisasi, yaitu harus menghasilkan keluaran, meminimalkan pengaruh tingkat individu, dan merupakan kerangka dalam penggunaan kekuasaan. Secara formal, suatu struktur mempunyai ciri, antara lain memiliki pola yang mapan, memiliki bagian-bagian, ada koordinasi atau hubungan hierarkis dan memiliki pedoman bagi kebijakan, prosedur, ukuran dan sistem evaluasi. Sedangkan organisasi formal bersifat hubungan antar anggota bersifat spontan dan tidak terorganisir, tidak bertitik tolak pada pengendalian manajemen seperti organisasi formal dan kepemimpinan organisasi ada dua pilihan formal atau informal.
Di dalam organisasi karangtaruna PSTG termasuk organisasi formal dimana organisasi tersebut memiliki pola yang mapan yang terdapat pada AD/ART yang telah disepakati oleh seluruh anggota, sekaligus sebagai pedoman dalam pengambilan kebijakan. Di dalam struktur organisasi PSTG memiliki bagian-bagian sesuai posisinya masing-masing. Masa jabatan pengurus PSTG adalah dua tahun yang setiap tahunnya ada rapat evaluasi yang dipimpin oleh ketua karang taruna. Tetapi dalam pengambilan pertimbangan, semua anggota PSTG berhak mengusulkan usulan dan keputusan tersebut diputuskan bersama dengan persetujuan ketua.
Struktur organisasi karang taruna tersebut terdiri dari Pembina pemuda dan pemudi karang taruna, ketua, sekretaris, bendahara dan seksi-seksi yang lainnya. Status yang mereka sandang masing-masing mempunyai peran yang berbeda-beda pula. Pembina atau pengawas tersebut bertugas memberi nasihat-nasihat agar karang taruna itu berjalan lancar. Ketua karang taruna bertanggung jawab atas apa yang terjadi dalam organisasi tersebut, sekretaris mencatat semua yang terjadi dalam keberlangsungan organisasi dan lain sebagainya. Dengan status ataupun kedudukan, mereka melaksanakan peran sebagaimana mestinya, itu merupakan kewajiban. Sebagai contoh, dalam organisasi karang taruna itu ketua memberi kelonggaran kepada para anggotanya untuk memberi masukan atau usulan agar organisasi itu bisa maju dan berkembang. Usulan yang ada di musyawarahkan bersama agar tercapai mufakat. Keterbukaan tersebut merupakan hasil dari system yang sudah terstruktur dan di kelola dengan baik.
Di dalam Model organisasi ada 2 sistem yaitu sistem organisasi terbuka dan tertutup. Sistem Tertutup adalah system yang menekankan adanya keteraturan dan keajengan seperti mesin pabrik yang bergerak berdasarkan aturannya untuk menjaga adanya kestabilan. Max Weber menyebutnya tipe ideal dari suatu organisasi. Suatu tipe ideal adalah bahwa organisasi itu berusaha untuk menjadi apa yang seharusnya terjadi. Sistem tertutup ini dinamakan pula sebagai sistem yang klasik atau tradisional. Artinya bukan lagi tidak dipakai melainkan sudah ada system yang lebih baru. Sistem ini masih dianggap penting sampai sekarang. Sedangkan sistem terbuka lebih menekankan saling hubungan dan saling ketergantungan antara unsur – unsur organisasi yang bersifat social dan teknologi. Organisasi dipertimbangkan sebagai serangkaian variable yang saling berhubungan sehingga jika salah satu variable berubah menyebabkan berubahnya variable lainnya.
Dengan tumbuh di lingkungan yang sudah mulai terbuka dengan pengaruh luar, para anggota karang tarunanya pun juga sudah mulai terbuka dengan kebudayaan dari luar daerah, terlebih daerah ini termasuk daerah penglaju. Banyak warga yang bekerja dikota solo atau merantau ke daerah lain. Maka semakin banyak kesempatan untuk menerima budaya dari luar. Dan pada hakekatnya struktur sosial berpengaruh terhadap tingkah laku manusia dan perubahan tingkah laku dalam menjawab rangsangan dari luar. Dengan latar belakang anggota PSTG tersebut, maka organisasi tersebut menganut sistem terbuka dimana, Pengetahuan spesialis menyebar pada tugas – tugas pada umumnya yaitu spesialisasi tidak tertallu berpengaruh. Ketika terjadi Konflik didalam organisasi diselesaikan dengan interaksi antara teman sejawat. Rasa pertanggungjawaban dan loyalitas ditanggung oleh seluruh anggota PSTG. Interaksi diantara orang – orang didalam organisasi cendrung bergerak horizontal. Gaya interaksi yang diarahkan untuk mencapai tujuan lebih bersifat saran dibandingkan pemberian instruksi.

Dengan tumbuh di lingkungan yang sudah mulai terbuka dengan pengaruh luar, para anggota karang taruna tersebut juga sudah mulai terbuka dengan kebudayaan dari luar daerah yang berarti bahwa bentuk struktur social dalam organisasi tersebut terbuka. Dengan latar belakang struktur sosial yang terbuka, maka sistem organisai yang dianut organisasi tersebut adalah sistem yang terbuka pula. Sedangkan struktur organisasi tersebut bersifat formal yang tidak menutup kemungkinan bersifat informal pula.

Daftar Pustaka

B. Taneko,Soleman.1990.Struktur dan Proses Sosial.Jakarta:Rajawali
Liliweri, Alo.1997.Sosiologi Organisasi.Bandung: PT. Citra Aditya Bakti

Sumber lain:
http://h0404055.wordpress.com/2010/04/02/model-dan-teori-organisasi/
http://bagiilmublogspot.blogspot.com/2011/04/sosiologi-organisasi.html