BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kegiatan pariwisata mulai memiliki peranan penting dalam strategi-strategi ekonomi diberbagai negara termasuk indonesia. Oleh karena itu sangatlah wajar apabila dalam arah dan kebijakan pembangunan sektor ekonomi tercantum bahwa pembangunan pariwisata perlu ditingkatkan. Terlebih Indonesia terdiri dari beribu-ribu pulau dengan keanekaragaman budaya dan keanekaragaman hayati yang tentu saja memiliki potensi wisata yang bagus, baik dari segi budaya maupun segi keindahan alam yang cukup tersebar diberbagai daerah. Hal inilah yang menyebabkan mengapa industri pariwisata di Indonesia mempunyai masa depan yang cerah.

Dalam UU no 9 tahun 1990 pasal 20  menjelaskan bahwa Pengusahaan objek dan daya tarik wisata minat khusus merupakan usaha pemanfaatan sumber daya alam dan potensi seni budaya bangsa untuk menimbulkan daya tarik dan minat khusus sebagai sasaran wisata.

Dengan memanfaatkan sumber daya alam secara maksimal diharapkan pariwisata di Indonesia mampu menarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Terlebih bila kebersihan lingkungan terjaga dengan baik, maka bisa menyebabkan peningkatan wisatawan karena dengan lingkungan yang bersih akan tercipta suasana yang nyaman dan rapi.

Kebersihan lingkungan merupakan keadaan bebas dari kotoran, termasuk di dalamnya, debu, sampah, dan bau. Di Indonesia, masalah kebersihan lingkungan selalu menjadi perdebatan dan masalah yang berkembang. Kasus-kasus yang menyangkut masalah kebersihan lingkungan setiap tahunnya terus meningkat. Problem tentang kebersihan lingkungan yang tidak kondusif dikarenakan masyarakat selalu tidak sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan. Tempat sampah yang sudah disediakan  tidak dipergunakan dan dirawat dengan baik.

Dinas Kebersihan dan Pertamanan kota Surakarta mempunyai tugas pokok yaitu: “menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kebersihan, pertamanan, pemakaman, penerangan jalan dan pengelolaan sampah.”

Pengelolaan Sampah adalah kegiatan yang sistematis, menyeluruh, dan berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah. Empat aspek penting dalam pengelolaan persampahan, yaitu masyarakat penghasil sampah, Dinas kebersihan sebagai pengelola, dukungan sarana dan prasarana yang memadai dan teknologi tepat guna, peran serta masyrakat, dan peraturan yang dapat diaplikasikan secara langsung pada masyarakat. Tujuan pengelolaan sampah dalam Peraturan Daerah Surakarta adalah untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, kualitas lingkungan dan menjadikan sampah sebagai sumber daya yang bermanfaat secara ekonomi bagi daerah. Tetapi, sistem pengelolaan sampah di Kota Solo dapat dikatakan masih tergolong menggunakan konsep tradisional yang menganut konsep kumpul, angkut dan buang. Sistem ini masih terus digunakan karena masyarakat belum mengetahui cara pengelolaan sampah dengan baik. Dimulai dari cara mengurangi timbunan sampah domestik (reduce), menggunakan kembali sampah domestik yang masih layak digunakan (reuse) dan mendaur ulang sampah domestik(recycle) sehingga sampah tersebut dapat bernilai ekonomi.

Bila di Taman Ronggowarsito Pengelolaan sampah sudah dilaksanakan dengan baik, maka akan tercipta lingkungan yang bersih dan nyaman, sehingga dimungkinkan terjadi peningkatan pengunjung, karena salah satu masalah yang ada di taman tersebut adalah keadaan taman yang kurang tertata rapi dan kurang dalam segi kebersihan.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang penelitian diatas, yang memiliki ruang lingkup cukup luas maka dari penelitian ini, peneliti memberikan batasan penelitian.

Batasan penelitian yang dimaksud agar lebih memudahkan dan mensistematisasi studi maka batasan tersebut terangkum dalam perumusan masalah sebagai berikut :

1.    Bagaimana Pengelolaan dan Managemen kebersihan Taman Ronnggowarsito selama ini?

2.    Kebijakan apa saja yang dilakukan pemerintah kota solo mengenai pengelolaan sampah di  Taman Ronggowarsito ?

C. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah :

1.    Mengetahui Pengelolaan dan Manajemen kebersihan Taman Ronggowarsito yang sudah dilaksanakan maupun yang masih dalam proses.

2.    Mengetahui kebijakan-kebijakan pemerintah kota solo dalam Pengelolaan kebersihan Taman Ronggowarsito.

3.    Untuk mengetahui seberapa besar kesadaran masyarakat terhadap kebersihan Taman, khususnya di Taman Ronggowarsito.

D. Manfaat Penelitian

1.    Dapat mengevaluasi pemerintah terkait peran serta pemerintah dalam pengelolaan sampah di kota solo.

2.    Memberikan masukan kepada pemerintah Kota Solo dalam hal pengawasan terhadap kebijkan publik pengembangan taman-taman kota.

3.    Menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai arti pentingnya menjaga kebersihan  lingkungan.

E. Kerangka Berpikir

1.    Pengertian Manajemen

Penggunaan istilah manajemen pada dasarnya merupakan padanan kata Istilah manajemen (management) yang telah diartilkan oleh berbagai pihak dengan perspektif yang berbeda, misalnya pengelolaan, pembinaan, pengurusan, ketatalaksaan, kepemimpinan, pemimpin, ketatapengurusan, administrasi dan sebagainya.

Prof liang lee, mengemukakan konsep manajemen sebagai seni perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian dan pengontrolan human resource untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu.

Menurut staff Dosen BPA UGM, manajemen adalah segenap rangkaian memimpin penataan terhadap pekerjaan-pekerjaan induk dan sumber-sumber kegiatan lainnya dalam suatu usaha bersama agar tujuan benar-benar dapat tercapai.

Pendapat lain datang dari Lawrence Appley, ia mengungkapkan manajemen merupakan keahlian untuk menggerakkan orang untuk melakukan pekerjaan dalam rangka tercapainya tujuan.

2.    Kebijakan Pemerintah

Secara umum, istilah kebijakan atau Policy digunakan untuk menunjuk perilaku seorang aktor (misalnya seorang pejabat, suatu kelompok maupun suatu lembaga pemerintah) atau sejumlah aktor dalam suatu bidang kegiatan tertentu.

Thomas R. Dye mendefinisikan kebijakan publik sebagai apapun yang dipilih oleh pemerintah yang untuk dilakukan dan tidak dilakukan. Definisi tersebut sangat umum sehingga dalam beberapa hal perlu dipertegas dan dikoreksi. Sedangkan James Anderson menjelaskan kebijakan sebagai arah tindakan yang mempunyai maksud yang ditetapkan oleh seorang aktor atau sejumlah aktor dalam mengatasi suatu masalah atau suatu persoalan. Dalam hal ini, kebijakan adalah menyangkut keduanya, keputusan dan tindakan.

Menurut Carl Frederich, kebijakan adalah suatu tindakan yang mengarah pada tujuan yang disusulkan oleh seseorang, kelompok atau pemerintahdalam lingkungan tertentu sehubungan dengan adanya hambatan-hambatan tertentu seraya mencari peluang-peluang untuk mencapai tujuan atau mewujudkan sasaran yang diinginkan.

Kebijakan pemerintah adalah suatu keputusan dan tindakan yang mempunyai maksud tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah untuk mengatasi suatu permasalahan atau persoalan tertentu dan dalam bidang tertentu.

3.    Pengelolaan Sampah

Menurut Perda Kota Surakarta No 3 tahun 2010, Pengelolaan Sampah adalah kegiatan yang sistematis, menyeluruh, dan berkesinambungan yang meliputi penguarangan dan penanganan sampah. Pengelolaan sampah adalah pengumpulan , pengangkutan , pemrosesan , pendaur-ulangan , atau pembuangan dari material sampah.

Empat aspek penting dalam pengelolaan persampahan, yaitu masyarakat penghasil sampah, Dinas kebersihan sebagai pengelola, dukungan sarana dan prasarana yang memadai dan teknologi tepat guna, peran serta masyrakat, dan peraturan yang dapat diaplikasikan secara langsung pada masyarakat. Pengelolaan sampah merupakan proses yang diperlukan dengan dua tujuan: mengubah sampah menjadi material yang memiliki nilai ekonomis atau mengolah sampah agar menjadi material yang tidak membahayakan bagi lingkungan hidup.

Pengelolaan Sampah Akhir (TPA) Putri Cempo : Produk yang dihasilkan dari pengelolaan sampah di TPA Putri Cempo berupa kompos, gas metana, material daur ulang dan material RDF. Kompos sangat dibutuhkan untuk pertanian, perkebunan, rehabilitasi dan konservasi lahan kritis serta merupakan bahan baku organik ke BUMN industri pupuk dan pertanian. Gas metana diolah sedemikian rupa sehingga menjadi tenaga elektrik dan dapat dipasok ke PLN. Material daur ulang akan dipilah-pilah dan disalurkan pada pengepul existing dan industri daur ulang. RDF sebagai bahan-bahan padat alternative disalurkan pada industri yang mempunyai boiler dan industri semen. Luas TPA 17ha dan jumlah volume sampah yang masuk ke TPA Putri Cempo rata-rata sebesar 225 – 250 ton per hari. Tumpukan sampah sudah mencapai ketinggian 13m dengan volume sampah sekitar 1,6 juta m3. Komposisi sampah mengandung bahan organik sekitar 80%.

Manfaat pengelolaan sampah
a. Penghematan sumber daya alam
b. Penghematan energi
c. Penghematan lahan TPA
d. Lingkungan asri (bersih, sehat, nyaman)
Bencana sampah yang tidak dikelola dengan baik
a. Longsor tumpukan sampah: Longsor sampah Leuwigajah
b. Sumber penyakit
c. Pencemaran lingkungan

4.    Taman Ronggowarsito

Taman Ronggowarsito merupakan taman terbuka hijau sekaligus berfungsi sebagai tempat rekreasi yang berada ditepian sungai bengawan solo. Taman merupakan salah satu elemen penyusun ruang kota yang dibutuhkan oleh masyarakat. Sebagai ruang terbuka, taman dipahami sebagai ruang yang berisi unsur-unsur alam dan pemandangan yang ditimbulkan oleh keragaman vegetasi, aktivitas dan unsur-unsur buatan yang disediakan sebagai fasilitas sosial dan rekreasi, serta sebagai sumber pernafasan kota.

Di taman ronggowarsito tersebut belum ada tempat sampah yang membedakan anatara organik dan non organik. Manajemen sampah pun belum terkelola dengan baik, terbukti sampah masih banyak yang berada di pojok-pojok taman. Maka dari itu kebijakan pemerintah mengenai kebersihan taman dan pengelolaan sampah di taman Ronggowarsito perlu di galakkan lagi.

F. Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, yaitu dengan mengumpulkan data primer maupun data sekunder yang kemudian dianalis. Pencarian data ditempuh dengan cara :

1. Wawancara, untuk mendapatkan informasi dengan bertanya langsung dengan nara sumber dan pihak terkait dengan pengelolaan sampah kota Solo pada umumnya dan Kawasan Taman Ronggowarsito pada khususnya. Langkah ini dilakukan untuk mendapatkan data primer.

2. Survey Lapangan, dilakukan dengan pengamatan langsung pada lokasi perencanaan maupun objek lainnya sebagai studi banding/kasus. Langkah ini dilakukan untuk mendapatkan data sekunder.

3. Studi Literatur, untuk mendapatkan data sekunder yang dalam hal ini pengumpulan data, peraturan dari kantor instansi terkait, dan publikasi-publikasi yang dilakukan baik oleh pemrintah daerah Surakarta maupun oleh pengelola Taman Ronggowarsito serta teori-teori terkait dengan penataan kawasan dan kepariwisataan


Daftar Pustaka

Soemanto,RB.2010.Sosiologi Priwisata.Jakarta:Universitas Terbuka

Kusmayadi dan Endar Sugiarto.2000.Metodologi Penelitian dalam Bidang Kepariwisataan.Jakarta:Gramedia Pustaka Utama

Salim,Emil.1993.Pembangunan Berwawasan Lingkungan.Jakarta:LP3S

Wardhana, Wisnu Arya.1999.Dampak Pencemaran Lingkungan.Yogyakarta:Andi Offset