Indonesia terjajah oleh bangsa asing selama beberapa abad, dan kini 66 tahun sudah Indonesia merdeka. Waktu yang sudah cukup untuk memperbaiki  segala kekacauan yang terjadi akibat penjajahan. Tetapi bagaimana dengan keadaan negeri ini, apakah sudah ada perubahan yang lebih baik? Demonstrasi digelar dimana-mana lantaran rakyat merasa belum mendapatkan haknya dan belum merasakan nikmatnya hidup di negeri yang merdeka. Negeri ini tampaknya penuh dengan ironi dan dirundung berbagai macam masalah yang tak kunjung selesai. Padahal sudah jelas tujuan nasional Indonesia yang terkandung dalam pembukaan undang-undang dasar 1945 adalah mencakup empat hal, yaitu :

1. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.

2. Memajukan kesejahteraan umum.

3. Mencerdaskan kehidupan bangsa.

4. Ikut melaksanakan ketertiban dunia.

Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia merupakan Amanat yang diemban pemerintah, yang tidaklah mudah dijalankan. Pemerintah harus menyelaraskan  Negara Indonesia, baik sebagai bangsa maupun sebagai wilayah merupakan satu kesatuan yang utuh, sesuai  yang terkandung dalam Sumpah Pemuda. Kesadaran atas kesatuan yang utuh itulah yang merupakan sumber terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. tetapi sampai saat ini kesatuan tersebut belum tercapai secara penuh. Tawuran, perang antar suku, masih marak terjadi. Sehingga negara yang seharusnya menjadi satu kesatuan malahan menjadi suatu perpecahan.

Memajukan kesejahteraan umum mempunyai makna untuk memajukan kesejahteraan bagi rakyat secara keseluruhan, bukan hanya kesejahteraan perorangan. Dan kesejahteraan yang harus diciptakan bukan hanya sekedar kesejahteraan ekonomis, bukan sekedar kesejahteraan material, melainkan kesejahteraan lahir dan batin, dan kesejahteraan spiritual. Kesejahteraan material terjadi ketika masyarakat yang saling menghormati dan menghargai hak dan kewajiban masing-masing, masyarakat yang bebas dari rasa takut, masyarakat yang hidup tanpa kesenjangan dan kebersamaan, masyarakat yang bergotong-royong, Masyarakat adil, makmur dan beradab. Lagi-lagi hal itu belum sepenuhnya dirasakan oleh semua kalangan, kesenjangan pun masih mencolok, keadilan belum sepenuhnya terlaksana, sehingga muncul slogan “yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin.” banyak orang yang terlarut dalam kemiskinannya karena mereka tidak mampu menghidupi dirinya sendiri maupun keluarganya, sedangkan orang yang sudah berkecukupan masih ingin menambah pundi-pundi kekayaannya, salah satunya dengan korupsi. Bagaimana masa depan negeri ini?

Maka Tujuan negara yang ketiga adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, dimana maksud dari tujuan tersebut diharapkan negara mampu memberikan pendidikan yang layak bagi rakyatnya dan rakyat pun berhak mendapatkan pengajaran sesuai pasal 31 ayat 1 dan 2, yaitu “Tiap-tiap Warganegara berhak mendapat pengajaran, Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan suatu sistem pengajaran nasional, yang diatur dengan Undang-undang. ” Ironisnya, campur tangan negara terhadap pendidikan semakin tidak pernah dilaksanakan secara serius, Negara sudah tidak lagi bertanggung jawab secara penuh terhadap penyelenggaraan pendidikan yang mapan, terprogram dan berkelanjutan, yang seharusnya dapat memberikan pencerahan terhadap visi kebangsaan untuk mengusahakan setiap generasi muda bangsa bangkit dan cerdas dengan mendapatkan pendidikan yang layak. Sebenarnya apabila rakyat dan pemerintah berjalan beriringan, maka akan tercipta  kesejahteraan umum dalam berbagai aspek kehidupan seperti apa yang dicita-citakan.

Amanat yang diemban pemerintah selanjutnya adalah ikut melaksanakan ketertiban dunia, tidak hanya untuk kepentingan negara sendiri, indonesia juga berusaha membantu tugas PBB untuk menjaga keamanan dan kenyaman dunia, untuk meminimalisir perang antar negara.

Indonesia mempunyai tujuan negara yang sangat mulia, apabila kesemuanya itu dapat berjalan sesuai dengan apa yang di cita-citakan oleh negara maupun rakyat. Niscaya  Indonesia akan menjadi negara yang aman dan tenteram dan tidak ada gejolak di dalam tubuh Indonesia itu sendiri. Dan rakyat pun bisa merasakan kemerdekaan yang sebenar-benarnya, yaitu merdeka haknya, merdeka hidupnya, merdeka segalanya, tentu saja diiringi dengan kewajiban-kewajiban yang harus dilaksanakan.  Pemerintah dan rakyat harus berjalan beriringan, Rakyat tidak hanya bisa menuntut pemerintah saja tetapi rakyat juga harus mendukung upaya-upaya yang dilakukan pemerintah untuk kesejahteraan. Dan pemerintah juga harus sungguh-sungguh dalam tercapainya cita-cita Negara.