Latar Belakang

Komunikasi memang sangtlah penting bagi kelangsungan hidup, terutama dalam lingkungan social, agar diterima di masyarakat kita harus pandai dalam hal berkomunikasi, salah satunya melalui berbicara. Berbicara merupakan bentuk komunikasi manusia yang paling esensial, yang membedakan kita sebagai suatu spesies.” Tidak semua makhluk dapat berbicara, begitu juga dengan manusia, walaupun manusia mempunyai kelebihan dapat berbicara, tidak banyak manusia yang memnfaatkan kelebihan itu, banyak individu yang takut berbicara. Dalam konteks ini, takut berarti takut kalau mengatakan atau berbicara hal yang salah (tidak sesuai kondisi) atau juga sebenarnya mereka mengatakan hal yang benar tetapi menyampaikan dengan cara yang salah. Hal-hal seperti itu yang membuat individu berprinsip “Lebih baik diam dan dianggap bodoh daripada membuka mulut tetapi ditertawakan banyak orang.”

Dalam buku ini, larry banyak menceritakan pengalaman-pengalaman ketika baru pertama kali menjadi penyiar radio hingga membawakan acara show sebuah televisi di Miami. Dengan buku tersebut, larry banyak berbagi mengenai pengalamannya selama tigapuluh tujuh tahun sebagai penyiar radio maupun presenter televisi. Larry juga berbagi mengenai cara berbicara yang baik, baik kepada satu orang maupun ratusan orang. Dengan membaca buku tersebut, diharapkan membantu menghilangkan ketakutan-ketakutan tersebut. Dan memulai untuk percakapan dengan penuh keyakinan, menyampaikan pesan secara efektif dan berbicara dengan lebih baik dan lebih menikmati percakapan tersebut.

Tiap-tiap bab dalam buku ini, banyak tips mengenai berbicara dalam berbagai situasi dan contoh-contoh nyata yang diambil dari pengalaman larry sendiri, para sahabat dan bintang tamu dalam shownya, sehingga kita mudah untuk memahaminya. Maka dari itu, kita harus mengembangkan keterampilan kita untuk menjadi pembicara terbaik, baik berbicara di depan public maupun kepada sesama teman.

2. Review Buku

“Berbicara itu seperti bermain golf, mengendarai mobil, atau mengelola toko, semakin sering melakukannya, semakin mahir jadinya, dan semakin senang melakukannya.” Tidak hanya Larry yang mempunyai bakat alami untuk berbicara, tetapi semua orang mempunyai kemampuan berbicara. kemampuan tersebut dapat menjadi sebuah keahlian apabila kemampuan itu diasah dan dikembangkan. Bagi sebagian orang, berbicara tidaklah mudah. Sama halnya ketika Larry pertama kali siaran di salah satu stasiun radio di Miami beach. Larry merasa gugup sehingga tidak ada kata yang keluar dari mulutnya. Sehingga pada saat itu yang terdengar hanya rekaman lagu yang volumenya naik turun tanpa ada suara manusia. akhirnya General Manager radio tersebut marah besar. Larry langsung menghadap mikrofon dan berbicara apa adanya mengenai kondisinya saat itu. Setelah mengucapkan hal tersebut, larry merasa lebih baik dan siaran selanjutnya berjalan lancar. Kunci dari semua itu adalah Jujur dan terbuka, dengan kejujuran orang yang kita ajak bicara akan merasakan perasaan dan keadaan kita. Dengan sikap terbuka serta jujur mengenai latar belakang kita terhadap lawan bicara, kita tidak perlu khawatir berbicara kepada orang itu, karena kita sudah terbuka dan jujur sehingga percakapan itu memberikan kebebasan dan kita juga akan mendapatkan rasa hormat dari orang yang kita ajak bicara selanjutnya kita akan merasa nyaman dan lancar dalam berkomunikasi.

Kemauan untuk berbicara, merupakan salah satu unsur untuk menjadi pembicara yang baik. Dengan adanya kemauan dan diwujudkan dengan berlatih lebih keras, misalnya dengan berdiri didepan kaca dan berbicara dengan bayangan kita, akan meningkatkan kemampuan berbicara baik dengan individu maupun di depan public. Unsur lain untuk menjadi pembicara yang baik adalah perhatian yang dalam kepada orang lain. Dalam acara talk show yang di pandunya, larry selalu memastikan menatap mata mereka dan menghargai setiap orang dalam shownya. Jika mereka merasa dihargai, mereka akan memperhatikan dengan seksama apa yang kita katakan. Tetapi, Jangan sampai kita mendominasi arah percakapan, beri kesempatan lawan bicara untuk mengemukan pendapat. Memberi dan menerima dalam percakapan merupakan cara untuk mengenal orang lain.

Berbicara dengan orang yang belum kita kenal, biasanya kita merasa malu, dan bingung untuk memulai percakapan dari mana. Cara efektif untuk mengatasi hal itu adalah mengingatkan pada diri kita bahwa mereka semua sama, yaitu manusia, jadi tak perlu gugup meskipun kita berbicara dengan professor sekalipun. “Ingatlah : Orang yang anda ajak bicara akan semakin menikmati percakapan jika mereka tahu anda menikmatinya juga, entah anda merasa sederajat dengan mereka atau tidak.”

Untuk memecahkan kebekuan dengan orang yang kita ajak bicara pertama kali, kita dapat menggunakan cara yang mudah, yaitu buatlah mereka merasa nyaman dan tanyakan tentang diri mereka. Menurut Benjamin Disreali, “Berbicaralah kepada orang-orang tentang diri mereka dan mereka akan memperhatikan anda.” Dengan cara seperti itu, kita mempunyai bahan untuk dibicarakan, karena orang-orang senang diajak berbicara tentang diri mereka. Hukum pertama dalam percakapan adalah mendengarkan, untuk menjadi pembicara yang baik, kita harus menjadi pendengar yang baik pula. Bahasa tubuh sama halnya dengan bahasa lisan. Bahasa tubuh adalah bagian alami dari percakapan dan komunikasi. Jika terjadi secara alami, akan menjadi bentuk komunikasi yag efektif. Jika dibuat-buat, akan tampak aslinya (palsu). Dalam percakapan bersikaplah wajar dan bicaralah dari hati. Mempertahankan Kontak mata sangat penting dalam berbicara, tetapi jangan sampai kita menatap lawan bicara secara terus-menerus karena banyak orang yang akan merasa tidak nyaman. Sekali-kali kita bisa memalingkan pandangan ke arah lain, asal jangan menatap kosong keawang-awang seolah-olah tidak ada orang. Satu syarat lagi untuk menjadi pembicara yang baik adalah kaya informasi. Untuk menjadi konversasionalis yang hebat, kita harus siap membicarakan apa yang ada dalam pikiran orang, misalnya berita-berita terbaru yang ada di televisi. Agar percakapan terus berlanjut, kita juga harus mengetahui berita tersebut.

Mengajukan pertanyaan adalah rahasia keberhasilan percakapan. Untuk mengetahui tentang segala hal, kita dapat menggukan pertanyaan “Mengapa?” dengan menggunakan pertanyaan itu merupakan cara paling pasti untuk membuat percakapan menjadi hidup dan menarik. Agar percakapan tetap berlanjut, pilihlah topik yang dapat melibatkan semua orang. Berusahalah menghindari topic-topik tertentu yang tidak dimengerti oleh banyak orang, kalau tidak orang yang tidak tau topic tersebut akan diam. Jangan memonopoli percakapan dan Mintalah Pendapat. Apabila kita memonopoli percakapan, kita akan menjadi orang yang menyebalkan. Berikan kesempatan kepada orang yang kita ajak bicara untuk mengemukakan pendapatnya. “Orang yang terlalu banyak bicara (dari pandangan orang lain), akan merusak citranya sendiri dan kehilangan kredibilitas.” Jangan menginterogasi lawan bicara, dalam percakapan tidak perlu berbicara terus menerus, sehingga terkesan kita sedang menginterograsi. Tetapi, jangan pula terlalu sedikit bicara, orang-orang akan menganggap kita tidak cukup pandai atau tidak ramah. Nasihat Arthur Godfrey pada Larry, “Jadilah dirimu sendiri.” Dalam memulai percakapan kepada lawan jenis, atau berbicara kepada siapapun, jadilah diri sendiri dan berterus teranglah. Hal itu akan memudahkan kita dalam berkomunikasi kepada siapapun.

Sebagian besar orang sukses adalah pembicara-pembicara yang sukses pula. Begitu juga bila kita mengembangkan kemampuan berbicara dengan baik, kita akan sukses. Menurut Larry, tidak ada orang sukses yang tidak dapat mengekspresikan diri. Walau mereka tidak pandai omong-omong kecil, tetapi mereka cukup pandai berbicara dalam suasana yang cukup berbeda untuk meraih sukses. Cirri-ciri pembicara terbaik adalah :

a.    Mereka memandang suatu hal dari sudut baru, mengambil titik pandang yang tak terduga pada subjek yang umum.

b.    Mereka mempunyai cakrawala luas. Mereka memikirkan dan membicarakan isu-isu dan pengalaman luas di luar kehidupan mereka sehari-hari.

c.    Mereka antusias, menunjukkan minat besar pada apa yang mereka perbuat dalam kehidupan mereka dan pada apa yang anda katakan pada kesempatan itu.

d.    Mereka tidak pernah membicarakan diri mereka sendiri.

e.    Mereka sangat ingin tahu. Mereka bertanya “Mengapa?” mereka ingin lebih mengetahui tentang apa yang anda katakan.

f.      Mereka mempunyai selera humor. Dan mereka tidak keberatan mengolok-olok diri mereka sendiri. Konversasinalis terbaik sering mengisahkan pengalaman lucu mereka.

g.    Mereka mempunyai gaya bicara sendiri.

Teknik melatih diri sendiri dalam berpidato :

a.    Dengarkan saat kita berbicara. Cara efektif  agar pidato kita lancer adalah Memperhatikan kata-kata yang keluar dari mulut kita.

b.    Memikirkan kata-kata yang akan kita katakan, agar pidato kita tidak terputus-putus karena kita tidak bisa melanjutkan kalimat pidato tersebut.

c.    Meminta seseorang untuk menyimak saat kita latihan. Agar apabila kita menggunakan kata-kata yang yang klise atau tidak ada artinya, ada yang mengingatkan.

Aturan utama dalam wawancara pekerjaan ;

a.    Menunjukkan kelebihan yang kita punya.

b.    Mempertahankan sikap terbuka. Keterbukaan merupakan kunci utama dalam berbicara social maupun bisnis.

c.    Siap untuk menghadapi wawancara.

Sikap ketika menjadi peserta sebuah pertemuan adalah semakin sedikit berbicara semakin baik. Lebih baik mempunyai reputasi sebagai orang yang sedikit bicara tetapi berarti darpada sebagai orang yang banyak bicara tetapi sedikit perannya dalam setiap subjek yang dibicarakan. Jangan meremehkan orang lain. Hargailah semua pendapat dari orang lain, walaupun pendapat itu bersebrangan dengan kita. Jangan berbicara tanpa persiapan. Sebelum menyampaikan suatu pendapat dalam pertemuan, buatlah catatan kecil agar apa yang akan kita sampaikan lebih jelas dan tidak bertele-tele. Dan jangan takut menggunakan humor. Untuk mencairkan suasana agar tidak terlalu kaku dan tegang, sekali-kali perlu diselingi tawa sebentar.

Ketika kita menjadi panitia atau penyelenggara sebuah pertemuan maka hal yang kita lakukan adalah memulai pertemuan tepat waktu. Dengan tepat waktu, pertemuan tersebut akan berjalan sesuai rencana yang telah dijadwalkan sehingga waktu tidak akan terbuang percuma. Bersikap tegas dan tegar. Dalam mengambil suatu keputusan, seorang pemimpin harus bersikap tegas mengenai keputusan terbaik yang  harus diambil.

Semua orang pasti melakukan kesalahan. Dengan kesalahan manusia akan memperoleh pengalaman dari kesalahan tersebut dan tentu saja akan memperbaiki kesalahan itu. Apabila kita melakukan kesalahan dalm sebuah acara, lupakan kesalahn itu dan jangan merasa khawatir karena kalau kita khawatir akan mengulangi kesalahan lagi, maka kita mengulang kesalahan lagi karena kita telah menanam sesuatu untuk terjadi.

Tips agar Pidato berasil disampaikan pada audiens

a.    Tataplah audiens. Jangan terpaku dengan naskah atau catatan tataplah audiens secara berganti-ganti agar semua kelompok merasa diperhatikan.

b.    Pelajarilah pemenggalan kata dan perubahan suara yang ingin digunakan. Dengan tekanan dan intonasi yang tepat, apa yang kita bicarakan akan mudah dipahami audiens.

c.    Berdirilah tegak.

d.    Kalau ada mikrofon, sesuaikan mikrofon dengan tinggi tubuh kita agar kita tidk terlalu membungkuk atau mendongak.

Tips agar kita tetap bertahan dan berhasil di radio dan televisi: lakukan apa yang membuat kita merasa enak apabila kita sedang tidak ingin diwawancarai, jangan lakukan. Tolaklah wawancara tersebut secara halus. Mengikuti zaman, sebagai public figure kita harus mengikuti perkembangan zaman dan update informasi-informasi terbaru. Hindari hal-hal negative jika kita memusatkan perhatian pada hal-hal yang negative, maka performance kita akan negative juga. kembangkan suara sebaik-baiknya. Suara yang indah akan mempengaruhi keberhasilan dalam dunia pertelevisian dan radio.

Keterbukaan, antusiame dan kemauan mendengarkan akan membuat kita menjadi konversasionalis yang popular dengan media apapun. Persiapan, mengenali audiens dan membuatnya sederhana akan selalu membuat kita menjadi pembicara yang sukses.

Daftar Pustaka

King, Larry.1995.Seni Berbicara Kepada Siapa Saja, Kapan Saja, Di mana Saja.Gramedia Pustaka Utama:Jakarta