Kedewasaan seseorang boleh dikarenakan kepada individu-individu yang telah memiliki kekuatan tubuh secara maksimal dan siap bereproduksi dan telah dapat diharapkan memiliki kesiapan kognitif. Afektif, dan psikomotorik serta dapat diharapkan memainkan perannya bersama dengan individu-individu lain dalam masyarakat.

Tujuh cirri kematangan atau kedewasaan seseorang menurut Anderson :

1.    Berorientasi pada tugas, bukan pada diri atau ego.

2.    Tujuan-tujuan yang jelas dan kebiasaan-kebiasaan kerja yang efisien.

3.    Mengendalikan perasaan pribadi, tidak mementingkan dirinya sendiri, tetapi mementingkan perasaan orang lain.

4.    Keobjektifan, yaitu berusaha mencapai keputusan dalam keadaan yang bersesuaian dengan kenyataan.

5.    Menerima kritik dan saran,memiliki kemauan yang realistis. Paham bahwa dirinya tidak selalu benar, sehingga terbuka terhadap kritik-kritik dan saran-saran dari oarng lain demi peningkatan dirinya.

6.    Pertanggungjawaban terhadap usaha-usaha pribadi, yaitu mau memberi kesempatan kepada orang lain untuk membantu usaha-usahanya mencapai tujuan tetapi dia tetap bertanggungjawab secara pribadi terhadap usaha-usahanya.

7.    Penyesuaian yang realistic terhadap situasi-situasi baru. Memiliki cirri fleksibel dan dapat menempatkan diri seirama dengan kenyataan-kenyataan yang dihadapinya.

(J E Anderson, “Psychology of Development and Personal Adjustment” :1951)

Dewasa awal pada umumnya mempunyai cita-cita atau arah tujuan hidup bermasyarakat, dan lebih berdaya guna bagi lingkunngan masyaraka. Mereka menolak keterkucilan atau penolakan orang lain sehingga orang yang sudah mengalami pendewasaan diri, mereka mempunyai minat social yang mengarah dalam aktivitas-aktivitas social.

Dalam masa-masa tahun pertama masa dewasa awal, merupakan masa “kesepian” bagi kebanyakan mereka, baik pria maupun wanita. Pada usia 24-27 kebanyakan pria muda mulai mengambil bagian dalam aktivitas social secara luas. Mereka lepas dari sekolah dan memasuki dunia kerja setelah mengalami masa transisi.

Orang dewasa pada umumnya menjadikan tingkat pendidikan yang tinggi sebagai satu diantara batu loncatan untuk memperoleh status social yang lebih tinggi.

Sumber:

Mapriare, Andi.1983.Psikologi Orang Dewasa.Suarabaya:Usaha Nasional