Ma’rifatullah berasal dari kala ma’rifah dan Allah. Ma’rifah berarti mengetahui, mengenal. Mengenal Allah bukan melalui zat Allah tetapi mengenal-Nya lewat tanda-tanda kebesaranNya (ayat-ayatNya).

Jalan untuk mengenal Allah

1. Dengan jalan akal

QS. Yaasin (36): 37-39.

Contoh :

– fenomena kehidupan (24:45)
– fenomena petunjuk dan ilham (20:50)
– fenomena pengabulan doa (6:63)

– pemberitahuan tentang umat yang lampau [9:70]
– pemberitahuan tentang kejadian yang akan datang (30:1-3, 8:7, 24:55)

2.  Dengan jalan wahyu

3. Dengan jalan Tauhid

a.    Tauhid Rububiyah

– Berasal dari kata “Rabb” yang berarti dzat yang menghidupkan, mematikan,menciptakan, memberi rizki, mengelola, mengatur dan menguasai.

-menyakini bahwa Allah maha Esa

QS. Al A’rof : 54

QS. Al Anbiya’ : 33

b.    Tauhid mulkiyah

–   Menyakini bahwa Allah yang menguasai alam ini dan tidak ada sekutu bagi Allah.

QS. Al A’raf: 111

QS. Al Baqarah : 247

c.    Tauhid uluhiyah

–       Membuktikan bahwa kita yakin kepada Allah.

* Apabila kita yakin, maka Konsekuensinya :

1)    Kita menyembah hanya pada Allah (QS. At Thaha : 14)

2)    Mencintai Allah dengan sepenuh hati.

–       Kita benci pada kekufuran setelah Allah menjadikan kita lebih baik.

–       Hanya pada Allah kita meminta pertolongan.

d.   Tauhid asmawasifat

Allah mempunyai sifat Asma’ul Husna.

Ø  Allah sebagai Al-Khaliq (40:62)

Ø   Allah sebagai pemberi rizqi (35:3, 11:6)

Ø   Allah sebagai pemilik (2:284)

Urgensi Mengenal Allah

1.    Istiqomah di jalan Allah

2.    Stabil dan Optimis

3.    Berani dan tidak pengecut

4.    Hidup penuh berkah

5.    Ikhlas dalam beramal

6.    Tidak mudah putus asa

Hal-hal yang menghalangi ma’rifatullah
1.  Kesombongan (QS 7:146; 25:21).

2. Dzalim (QS 4:153).

3. Bersandar pada panca indera (QS 2:55).

4. Dusta (QS 7:176).

5. Membatalkan janji dengan Allah (QS 2:2&-27).

6. Berbuat kerusakan/Fasad.

7. Lalai (QS 21:1-3).

8. Banyak berbuat ma’siyat.

9.  Ragu-ragu (QS 6:109-110).