Teknologi informasi dan komunikasi berkembang pesat dan secara cepat, terutama dalam hal jaringan computer, salah satu contoh jaringan computer adalah internet. Internet merupakan teknologi jaringan raksasa yang menjadi realitas dalam kebutuhan informasi dan komunikasi jutaan manusia di dunia ini. Internet berasal dari kata Interconnection Networking yang mempunyai arti, hubungan antar berbagai jenis komputer dan jaringan di dunia yang berbeda sistem operasi maupun aplikasinya di mana hubungan tersebut memanfaatkan kemajuan media komunikasi (telepon dan satelit) yang menggunakan protokol standar dalam berkomunikasi.
Dengan perkembangan teknologi, berbagai situs bermunculan, situs komunitas atau jaringan social. Situs-situs ini awalnya digunakan untuk mencari jodoh. Namun, seiring perkembangannya model yang sama juga digunakan untuk mencari teman. Salah satu jenis situs yang populer di Indonesia adalah Friendster (merupakan yang pertama), facebook dan sekarang twitter.
Tak hanya kalangan tertentu saja yang memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya jejaring social, banyak kalangan anak-anak, remaja maupun orang tua yang sudah memanfaatkan hal tersebut. Di era modernisasi seperti ini, kita harus pandai-pandai menyesuaikan zaman, bila tidak kita akan ketinggalan zaman atau bahasa populernya disebut kuper alias kurang pergaulan. Orang-orang yang tinggal di desa pun tidak mau kalah dengan orang-orang kota, mereka sudah mengenal apa itu internet.
Munculnya jejaring social tersebut, banyak menimbulkan dampak bagi individu, baik negative maupun positif. Dampak positif yang ditimbulkan mempengaruhi hubungan manusia. Situs komunitas tersebut dibuat untuk memenuhi keinginan individu untuk berkomunikasi tanpa ada batasan waktu dan ruang. Tidak menutup kemungkinan, situs jejaring sosial mempengaruhi pola pikir individu dan membentuk kepribadian individu tersebut. Jejaring sosial maya yang semula digunakan hanya sebatas untuk menjalin ikatan diantara teman, sahabat dan keluarga, kini bermetamorfosa menjadi gerakan sosial baru. Solidaritas kebersamaan pun terbangun seketika lewat situs jejaring ini, misalnya dalam hal sosial ( koin cinta Bilqis, koin untuk Prita). Berbagai aksi simpati dan solidaritas ini pun cepat terjalin lewat jejaring sosial maya. Tidak hanya itu, situs jejaring ini juga bisa menjadi media politik alternatif. Hal ini terlihat dari dukungan aksi solidaritas terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tidak hanya berkoar-koar dengan dukungan kurang lebih 1 juta pengguna Facebook. Akan tetapi, jejaring maya ini pula tampil nyata dalam aksi di Bundaran HI. Kekuatan era digital ini menjelma menjadi kekuatan riil, dimana setiap individu memiliki kekuatan penuh untuk menyuarakan ide atau gagasannya sendiri. Akan tetapi media ini sering mengundang kontroversi.
Berkembangnya situs jejaring sosial sebagai tren komunikasi masyarakat modern, perlu disikapi dengan jernih. Khususnya bagi anak-anak, dikhawatirkan dapat terpengaruh negatif dengan arus informasi yang bebas dalam situs jejaring sosial. Tak bisa di pungkiri, banyak korban anak-anak khususnya perempuan yang hilang akibat kenalan di facebook. Selain itu pula media situs jejaring ini juga tidak bebas murni. Karena banyak kasus yang berkaitan dengan pernyataan pribadi yang kerap dianggap mengundang SARA, masih banyak lagi dampak yang ditimbulkan situs-situs tersebut.
Dengan adanya dampak-dampak yang ditimbulkan, sebagai individu, kita harus bisa memilah-milah antara mana yang baik dan mana yang buruk untuk diri kita agar kita tidak terseret ke arus dunia maya yang tidak ada batasnya. Baik buruknya jejaring social tersebut tergantung pada individu yang memanfaatkan fasilitas-fasilitas maya yang ada, bukan salah dari kemunculan situs-situs jejaring social tersebut.