BAB 1

Sistem Sosial dan Saling Ketergantungan  dalam Masyarakat

System adalah kerjasama antara satu dengan yang lain, saling mempengaruhi dan mengakibatkan saling ketergantungan karena antara satu dengan yang lain mempunyai hubungan.

Social adalah suatu proses yang mengakibatkan orang lain merespon atau timbale balik yang konstan.

Konstan adalah apa yang terjadi kemarin merupakan perulangan dari yang sebelumnya dan besok akan diulang kembali dengan cara yang sama.

system social adalah adanya kerjasama antara satu dengan yang lain, saling mempengaruhi dann ada hubungan timbal balik yang kostan maka tercipta suatu system yang sifatnya berualang-ulang dan tetap.

Pandangan para ahli sosiologi yang berbeda-beda mengenai masyarakat, maka masyarakat terbagi menjadi 3 kelompok atau kategori, yaitu masyarakat sebagai system social, masyarakat sebagai system interaksi dan masyarakat sebagai pertukaran social (social exchange).

Saling ketergantungan yaitu realita yang tercipta dari adanya interaksi dalam hubungan dan adanya kebutuhan antar elemen-elemen untuk saling memberi dan menerima informasi.

Beberapa elemen penting dalam konsep saling ketergantungan:

  1. Dalam system interaksi adanya saling ketergantungan antara satu dengan yang lainnya.

Semakin banyak elemen yang membentuk suatu system (sistem interaksi, sistem social, sistem pertukaran), semakin mudah system itu terpecah atau terbagi kedalam bagian yang dapat bertentangan satu sama lain. Ada 2 gejala : integrasi dalam pembentukan koalisi, konflik yang merupakan pembentukan koalisi.

Contoh : partai PDI yang pecah menjadi beberapa partai lagi.

  1. Dalam saling ketergantungan, kata “saling” tidak harus diintepretasikan sebagai keadaan yang memperlihatkan keseimbangan.
  2. Dalam konsep saling ketergantungan terkandung adanya saling membutuhkan dan tidak harus seimbang.

Hipotesis yang dapat kita tarik dari konsep saling ketergantungan diatas adalah “semakin besar suatu system, atau semakin rumit suatu system, semakin besar pula kemungkinan adanya satu atau beberapa elemen yang walaupun penting tetapi terabaikan.”

Organisme Comte atau pandangan Comte mengenai masyarakat :

  1. Sosiologi dan biologi mempunyai hubungan yang sangat erat karena keduanya sama-sama mempelajari organisme.
  2. Begitu dekatnya biologi dengan sosiologi, istilah / organisme dalam masyarakat terdiri dari keluarga = sel, kelas = kelenjar, kota/komune = organ-organ.
  3. Ilmu positif atau ilmu empirik yang dapat menggunakan metode ilmiah untuk membuat masyrakat lebih baik.
  4. Keteraturan dan keseimbangan, membenci kekacauan yang ditimbulkan revolusi perancis.
  5. Menciptakan masyarakat yang humanis.

Organisme Herbert Spencer

  1. Proses evolusi berjalan dari bentuk sederhana ke bentuk yang kompleks.
  2. Perbandingan antar individu sebagai makhluk biologis dan masyarakat sebagai orgaisme social.

BAB II

Kesadaran Kolektif dan Solidaritas Sosial

Kesadaran kolektif adalah sesuatu yang mirip hati nurani yang sering memeperingati diri kita termasuk dalam suatu kelompok tertentu.

Konsep atau elemen-elemen dasar dalam kesadaran kolektif:

  1. Adanya perasaan dalam satu komunitas.
  2. Adanya suatu kewajiban moral untuk melaksanakan tuntutan-tuntutan.

Kedua konsep tersebut saling berkaitan, sumber moral adalah hat dan kewajiban moral muncul karena adanya perasaan bersama, baik Weber, Durkheim maupun Toennies sepakat bahwa didalam kesadaran kolektif, mereka menekankan adanya perasaan bersama antar anggota atau kelompok tersebut.

Social current atau arus kelompok sewaktu mempunyai arti bahwa kesadaran kolektif yang terdapat dalam diri seseorang hanya ada pada saat orang itu berkumpul tapi apabila orang tersebut keluar dari kelompok itu maka hilanglah kesadaran kolektif yang ada pada diri orang tersebut.

Ritus adalah semua kata atau gerak yang dilakukan dalam konteks (agama) tertentu yang memiliki fungsi tertentu.

Ritual adalah semua ritus yang di hubungkan  dengan suatu upacara tertentu.

Solidaritas adalah keadaan menjadi satu atau menjadi bersahabat yang muncul karena adanya tanggung jawab dan kepentingan bersama diantara para anggotanya.

Solidaritas mekanik adalah adanya persamaan dalam semua hal, pikiran, perasaan, tindakan yang berhubungan denngan fakta social, yang muncul dengan sendirinya dalam diri para anggotanya sehingga tingkat kesadaran kolektifnya sangat tinggi.

Solidaritas organik adalah kesatuan yang menyeluruh, terbentuk karena adanya tanggung jawab dan kepentingan bersama diantara para anggotanya, yang bersifat sementara sehingga kesadaran kolektifnya sangat rendah.

BAB III

Masyarakat Majemuk, Tatanan Sosial dan Stratifikasi Sosial

Hal-hal  penting dalam masyarakat majemuk yang perlu diketahui adalah

  1. kebutuhan individu dijamin oleh unit-unit kecil pemerintah yang presentatif.
  2. Kekuasaan pemerintah yang tidak presentatif akan terhalang, apabila badan-badan pemerintah tersebar secara geografis.
  3. Masyarakat terdiri dari bermacam-macam asosiasi yang bersifat independen.
  4. Asosiasi-asosiasi swasta bersifat bebas.
  5. Kebijakan public yang mengikat merupakan hasil interaksi yang bebas antara mereka sendiri.
  6. Pemerintah sipil bertindak sesuai dengan persetujuan kelompok atau asosiasi.

Sehingga bisa ditarik kesimpulan bahwa, masyarakat majemuk adalah masyarakat yang terdiri dari banyak elemen atau asosiasi yang bebas dan berdiri sendiri, yang menjamin kebebasan individu untuk memilih asosiasi mana yang diinginkan dan untuk kebebasan itu baik asosiasi maupun individu memeperoleh jaminan hokum dari pemerintah atau Negara.

Ada tiga macam keteraturam menurut weber yang mengikat orang dengan sesamanya:

  1. Tatanan ekonomi adalah keteraturan yang didalamnya mencakup nilai, kebutuhan pokok manusia, pola-pola perilaku ekonomis.
  2. Tatanan politik adalah suatu keteraturan yang mendasari kehidupan politk yang konsekuen, adil, dan demokratis.
  3. Tatanan budaya adalah menyangkut kehidupan masyarakat yang memiliki kepercayaan untuk beragama, melihat nilai-nilai kehidupan, perilaku, dan pendidikan.

Tipe-tipe tindakan social :

  1. Tindakan Rasional
    1. Tindakan rasional Instrumental

Tindakan yang memiliki tujuan yang jelas, dipikirkan secara matang dan dicapai dengan cara tertentu.

  1. Tindakan Rasional berorientasi nilai

Tindakan yang lebih mementingkan manfaat daripada  tujuan, tindakan ini menyangkut pandangan baik atau buruk dari penilaian masyarakat.

  1. Tindakan tidak rasional
    1. Tindakan Afektif

Tindakan yang berdasarkan perasaan, tanpa pemikiran yang mendalam meneganai apa yang akan dilakukan.

  1. Tindakan Tradisional

Tindakan yang berdasarkan adat istiadat atau kebiasaan yang dilakukan secara turun temurun.

Saling ketergantungan antara ketiga ketergantungan dengan ketiga tatanan dalam masyarakat bersifat probable, artinya tidak ada yang pasti, kadang-kadang tatanan ekonomi membutuhkan tatanan budaya, kebutuhan ini hanya bisa dilakukan oleh individu. Jadi yang membuat tatanan ekonomi tergantung pada tatanan budaya ato sebaliknya, bukan karena kedua tatanan tersebut, melainkan tergantung pada individu itu sendiri.